Tag-Archive for ◊ Tiens ◊

Author: maspoedjo
• Sunday, July 25th, 2010

Ada beberapa email yang masuk kemeja redaksi dan admin dalam hal ini harus mensortir apa yang masuk untuk menghindari hal yang berkaitan dengan isue negatip yang ingin menjatuhkan TIANSHI GROUP dan para MEMBER sert LEADER-LEADER karena disatu sisi menceriminkan citra pengirimnya yang jelek yang ingin menjatuhkan CITRA dengan cara-cara yang tidak ELEGANT dan GENTLE.

Dan sebagai komitment kami dalam membangun SOCIAL CORPORATE dari PERUSAHAAN TIANSHI GROUP, MEMBER, LEADER, EXECUTIVE LEADER, serta EXECUTIVE CORE LEADER, dan para CHIEF INFORMATION OFFICER maka hanya berita yang sesuai dengan MISI serta VISI kami yang kami PUBLISH disini

Untuk para member, leader, core leader, serta executive core leader, kami sarankan kepada anda semua belajarlah pada tempatnya anda belajar, bekerjalah pada tempatnya bekerja, jadi anda akan mendapat informasi yang benar jelas dan dapat dipertanggungjawabkan

Author: maspoedjo
• Tuesday, June 29th, 2010


Photo Cube Generator

Onetiens juga menyediakan kepada anda untuk membangun kelompok sosial atau social networking untuk memudahkan komunikasi untuk mempererat sesama member Tianshi Group International dan berkomunikasi, jadi tunggu apalagi segera bentuk Organisasi Bisnis anda dengan Social Networking in here:

Author: maspoedjo
• Sunday, March 28th, 2010

Biasanya kalo bicara MLM calon prospek langsung mengernyitkan kening seolah langsung menyimpulkan bahwa bisnis ini mengekploitasi orang lain, dan memanfaatkan orang lain adalah HARAM HUKUMnya, memang betul bila kita menzholimi orang lain dengan maksud-maksud tidak benar maka tidak hanya Islam, agama lainnya tentu melarangnya.

Sekarang bagaimana dalam perspektif ISLAM?

Islam, sebagai agama rahmatan lil alamin, tidak melulu mengatur hubungan antara manusia dengan pencipta-Nya (hablum minallah). Melainkan hubungan antara manusia dengan sesamanya (hablum minannas). Kedua hal tersebut tak dapat dipisahkan. Lebih-lebih dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi, suatu tugas yang tak dapat diemban oleh malaikat, hamba Allah yang paling taat menjalankan perintah-Nva.
Dalam melaksanakan kekhalifaannya itu, Ilahi menyiapkan beberapa perangkat kepada manusia, sesuatu yang tak diberikan sempurna kepada makhluk lainnya, seperti akal, nafsu, naluri, budi, ilmu dan agama. Karena itu, manusia merupakan makhluk paling sempurna di antara makhluk ciptaan-Nya. Dan perangkat-perangkat tadi digunakan, setelah manusia menjalankan shalat (hablum minallah), seperti diamanatkan dalam Al Qur’an surat Al Jumu’ah, ayat 10: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.”
Carilah karunia Allah pada ayat tersebut — banyak menyebut kewajiban manusia untuk berkerja dan berusaha — bukan semata-mata uang. Kata K.H. Abdullah Gymnastiar, dalam tulisannya di Republika, rubrik Taushiyah, alat ukur keuntungan dalam berbisnis itu ada lima. Pertama, keuntungan amal shaleh. Kedua, keuntungan membangun nama baik. Ketiga, keuntungan menambah ilmu, pengalaman dan wawasan. Keempat, keuntungan membangun relasi atau silaturahmi. Kelima, keuntungan yang tidak sekadar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain.

SILAHTURAHMI

Ternyata, dari lima alat ukur itu, semua terakomodir calam bisnis MLM. Misalnya, keuntungan membangun relasi dan silaturahmi, merupakan hal pokok dalam bisnis MLM. Sebab bisnis MLM dibangun atas dasar dua prinsip: menjual dan mensponsori orang lain kedalam bisnis ini. Kedua hal tersebut, hanya dapat dilakukan dengan melakukan silaturahmi (dalam MLM disebut home sharing, home meeting). Dalam silatturahmi itu, pelaku bisnis mempresentasikan tentang keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk menjadi jutawan.

Silaturahmi, dalam bisnis MLM dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan sahabat. Kepada merekalah, kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu, dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru.

Lagi-lagi dalam perspektif islam, silaturahmi dan menjual, juga dianjurkan. Silaturahmi, dalam hadist nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari, “Siapa yang ingin murah rezekinya dan panjang umurnya maka hendaklah ia mempererat hubungan silaturahmi. ” Begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha yang terbaik, Rasulullah SAW menjawab: “Kerja tangan seseorang dan semua jual-beli yang mabrur.”

Kebetulan, sebelum diangkat menjadi rasul, profesi nabi adalah berdagang yang dilakukannya sejak usia 12 tahun. Dalam berdagang, nabi dikenal jujur, sehingga dijuluki Al Amin (orang yang dapat dipercaya). Kejujuran nabi dalam berdagang – sampai ke negeri Sjam – membuat investornya konglomerat Siti Khadijah, jatuh cinta. Keduanya menikah dalam usia yang terpaut jauh: Siti Khadijah berusia 40 tahun, sedang nabi 25 tahun.

Setelah berhasil mensponsori, maka peran upline selaku “orang tua” kepada downline dilakukan. Layaknya orang tua, upline memberikan pengarahan, bimbingan dan mengajarkan tentang seluk beluk bisnis ini. Ataupun mengikuti training dan pelatihan yang dilakukan perusahaan maupun para leader, yang dalam Islam, dikenal sebagai Taushiyah (saling berbuat kabajikan).

Dalam kegiatan ini, seperti dikatakan oleh Aa Gin – demikian sebutan akrab K.H. Abdullah Gymnastiar – diperoleh keuntungan menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan. Katanya, jika punya banyak uang, tapi tidak berilmu, sebentar saja uang itu bisa hangus. Tidak sedikit orang punya uang, tetapi tidak memiliki banyak pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu. “Sebaliknya, misalkan uang kita habis dirampok, kalau kita memiliki ilmu, wawasan dan pengetahuan, kita bisa mencarinya lagi dengan mudah,” tulisnya di harian tersebut.

TOLONG MENOLONG

Lantas, kenapa mesti ada training? Ini tidak lain, mengingat MLM yang benar dan murni, adalah bisnis edukasi, bisnis yang mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Di training itu, pelaku bisnis MLM digenjot pengetahuannya tentang menjual, tentang presentasi atau public speaking, tentang pengetahuan produk dan sebagainya. Semua itu dalam rangka mengantar setiap pelakunya meraup keberhasilan di bisnis ini. Dan seorang upline, punya kepentingan mengantar downlinenya berhasil. Sebab, keberhasilan downlinenya, memberikan pundi-pundi kekayaan bagi dirinya. Karena itu, di MLM ada pameo seperti ini: Jika ingin berhasil, sukseskan dulu orang lain (downline).

Saling mensukseskan ini, senafas dengan firman Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 2: “… Tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah maha berat siksa-Nya”.

Begitupun Rasulullah dalam hadisnya mengatakan, “Allah selalu menolong orang selama orang itu selalu menolong saudaranya” (HrAhmad, buku 1100 Hadis Terpilih, Dr. Muhammad Faiz Almath, Gema Insani Press). Ataupun seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Addunia dan Asysyihaab, dalam buku yang sama, “Pertolonganmu terhadap orang lemah adalah sodaqoh yang paling afdol.”

Tolong menolong dalam versi MLM, tidak dibatasi oleh atribut sosial. Tapi bersifat umum, tanpa memandang latar belakang dari setiap pelakunya. Kondisi ini senafas dengan bisnis MLM yang banyak memberikan kemudahan, seperti tidak mengenal tingkat pendidikan, modal yang dikucurkan relatif kecil, tidak dibatasi ruang dan waktu yang fleksibel, risikonya juga kecil dan sebagainya. Walhasil, dalam krisis multi dimensi yang melilit negeri ini, MLM merupakan solusi dalam mengikis pengangguran.

“Saya berhadap begitu. Mudah-mudahan MLM dapat memberdayakan ekonomi umat,” jelas K.H. Didin Hafidhuddin ketika ditemui $UKSE$ dalam Seminar Ekonomi Pemberdayaan Ekonomi Umat, Peluang Usaha dan Sinergi Potensi Ummat,” yang digelar oleh Warmal, di Masjid At Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). la setuju saja, MLM senafas dengan Islam – mengingat adanya unsur Taushiyah tadi – sepanjang prinsip-prinsip Islam diterapkan. Misalnya, produk yang halal, barangnya jelas, tidak mengandung unsur penipuan.
Menurutnya, dalam era globalisasi saat ini, di mana persaingan begitu kompetitif, unsur jaringan tidak dapat terelakkan. Jaringan harus tetap ada dalam institusi syariah yang kini bermunculan, termasuk MLM Syariah. “Jadi, kalau tanpa adanya jaringan, saya rasa akan mengalami banyak kesulitan. Hanya saja, jangan sampai sinergi yang ada itu lepas. Harus diupayakan memperkuat satu sama lain,” paparnya. la setuju, jika pertemuan-pertemuan (traning, taushiyah) dilembagakan, entah sebulan ataupun tiga bulan sekali. “Dalam acara itu, kan ada tukar menukar pengetahuan produk dan sebagainya,” tutur kiai mantan Calon Presiden dari Partai Keadilan ini.
Dalam MLM yang benar dan murni, produk adalah sesuatu hal mutlak, yang tidak bisa ditawar-tawar. Lagipula tetap mengedepankan kualitas, tidak “tempelen” seperti halnya pada Money Game maupun Piramid. Sebab, bonus yang diberikan pada MLM, berdasar omset penjualan baik sifatnya pribadi maupun grup downline. Tidak seperti Money Game maupun Piramid, bonus diberikan berdasarkan hasil rekrutmen, sehingga posisi upline selalu diuntungkan. Sedang downline dan di bawahnya, bakal kedodoran karena koceknya dikeduk oleh upline. Money Game dan Piramid ini akhirnya dituding tidak legal, alias diharamkan.

Dan salah seorang Presiden INFANCA (The Islamic Food And Nutrition of America) yang bernama Muhammmad Munir Chaundry, Ph.D. memberikan beberapa ciri-ciri praktek Money Game maupun Piramid agar anda tidak tertipu dengan bisnis Network Marketing (Pemasar Jaringan) atau Multi Level Marketing (Pemasar Berjenjang)

  • Pertama, meneliti tentang Marketing Plan-nya. Jika seseorang yang lebih dulu masuk selalu diuntungkan ketimbang belakangan, maka hukumnya haram.
  • Kedua, teliti perusahaan MLM itu sebaik-baiknya, terutama menyangkut izin dan integritasnya.
  • Ketiga, produk yang dipasarkan mengandung zat-zat haram atau tidak? Apakah produknya punya jaminan dan bisa dikembali atau tidak?
  • Keempat, apakah perusahaan itu memungut uang pendaftaran anggota yang cukup besar atau tidak?
  • Kelima, apakah perusahaan itu menjanjikan kaya tanpa bekerja atau tidak? Jika dalam waktu singkat, misalnya bulanan, menghasilkan puluhan atau ratusan juta, seyogianya ditinggalkan secepatnya.
Sementara itu, di MLM yang benar dan murni, prestasi seseorang ditentukan kepada kerja keras dan antusiasnya dalam merubah hidup menjadi lebih dan lebih baik dari sebelumnya. Tidak ditentukan kepada tingkat pendidikan, besarnya modal, maupun lebih dulu berkecimpung di MLM. Akibatnya, posisi upline tidak selamanya ‘diuntungkan’, maupun peringkatnya lebih tinggi. Sebab, banyak yang terjadi, seorang downline yang bekerja keras lebih dulu menyandang predikat jutawan, ditandai peringkatnya lebih tinggi.

Prestasi ditentukan kerja keras dan tawakal ini, sesuai dengan Firman Allah SWT dalam surat Ar Rad ayat 11, ” …. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaanya yang ada pada diri mereka sendiri…”

Dengan kerja keras, semangat pantang mundur dan antusias ingin merubah hidup, maka lewat MLM mengalir cerita haru biru seseorang dalam merubah hidupnya. Ada mantan Pemulung memiliki penghasilan puluhan juta sebulan, mobil, rumah mewah dll., Tukang Sol Sepatu memiliki Mercedes New Eyes, Tukang Panggul memiliki BMW 318i, mantan Tukang Es Balok penghasilannya Rp 71 juta sebulan, dosen, guru maupun pendidik lainya yang menjadi miliarder dan sebagainya. Tapi ada juga yang ikut Tianshi tapi tidak melakukan apa-apa, dan mungkin baru bergabung menjadi member dengan biaya Rp.85.000.-
Dari alasan diatas apakah masih ada keraguan dan menganggap bahwa MLM itu HARAM?
Jadi masihkah anda berfikiran haram mengenai bisnis ini.
Jangan menjudge haram kalau tidak mengerti, karena anda banyak menvonis pekerjaan orang lain, tapi tidak memberikan solusi kepada orang lain apalagi membantu membangun VISI dan MISInya agar terhindar dari kemiskinan terhadap hidup anak istrinya.
Jadi bagaimana menurut anda dengan yang namanya BISNIS MLM atau NETWORK MARKETING apalagi dengan TIANSHI yang banyak membantu masyarakat yang tidak punya VISI dan membangun karakternya agar bisa membawa MISInya agar hidup menjadi lebih hidup

Sumber : http://www.revellbali.com/mlm-resource/68-benarkah-mlm-haram-.

Author: maspoedjo
• Thursday, July 30th, 2009

On the weekend 1-3rd February 2008, distributors from all over Europe and guests from other regions were invited to the 2nd European Convention in Budapest, Hungary. The theme for the whole weekend was “Brand New TIENS”, reflecting the innovation and development in the Europe region and celebrating the fantastic new TIENS branding.

The 2nd European Convention opened with a magnificent VIP dinner for over 100 top distributor and qualifiers at the Budapest Museum of Applied Arts. All attendees were honoured with the presence of TIENS President Li Jinyuan who held the opening speech, Mr. Richard Berry, Chairman of the FEDSA and Executive Director of the UK DSA, as well as Ms. Eva Rajki, Secretary General of the Hungarian DSA. TIENS Europe was represented by the Region Vice Presidents and the Region Directors.

Saturday the 2nd of February was reserved for the big convention — “BRAND NEW TIENS”. 2.500 distributors from over 20 countries came to see a combination of inspiring speeches, entertainment, recognition, training and introduction of new tools. Hosted by the Region VPs Fan Li and Dan Andersson and appreciated through the presence and participation of President Li, Richard Berry and Eva Rajki, the event marked another milestone in the development of TIENS Europe.

TIENS 2nd European Convention

Speeches from President Li and the other VIP guests provided strategy and guidance for the year ahead and the European Sales & Marketing chain introduced the new training presentation pack and systems as well as TIENS’ new branding and the merchandizing materials available.

Country Manager of Croatia and the Country Manager of Hungary hosted the show and celebrated with the audience the success of the European distributors in a grandiose awarding ceremony. Crown of the show was the giving out of the 2007 Car Awards by President Li.

Rewards awarded on TIENS 2nd European Convention

To celebrate the distributors’ success in 2007 and inspire everybody for 2008, the room was changed after the day and set up for a party with distributors and staff together chatting, laughing and dancing.

Sunday, the 3rd of February was dedicated to Training and again the region was highly honored with President Li Jinyuan giving an unscheduled very inspiring and highly memorable keynote training.

All attendees took new motivation and energy from the event to work even harder and reach higher goals in 2008. President Li announced the next European Convention to be held in November with 10,000 attendees and more great prices.

Category: Maspoedjo  | Tags:  | Leave a Comment
Author: mas-ione
• Thursday, February 12th, 2009

“Golden Harvest pupuk buatan Tianshi yang dibuat dengan menggunakan Teknologi Ramah Lingkungan perpaduan pupuk kimia dan Agricultural Growth Promoting Inoculant . Sebuah terobosan bagi peningkatan produksi padi dan menghemat pupuk Urea, SP36, KCL, dan NPK sebesar 50%.”

Tantangan Produksi Padi Nasional
Sistem produksi pertanian kita dalam 40 tahun terakhir hanya mengandalkan peningkatan kesuburan kimia saja, padahal kesuburan tanah merupakan keseimbangan antara kesuburan fisik, kimia dan biologi. Akibatnya sekarang kesuburan biologi tanah merosot drastis dicirikan dengan kandungan humus tanah yang rendah (sekitar 1%).

Pengembalian kesuburan biologi ini dapat dilakukan dengan penambahan kompos atau pupuk kandang. Namun demikian hal ini sulit dilakukan petani karena jumlah kompos atau pupuk kandang yang dibutuhkan jumlahnya besar (minimum 5 ton/ha/musim tanam). Tentu pengadaan kompos sebanyak itu sangat sulit bagi petani. Kalaupun ada, biayanya menjadi mahal, selain penggunaannya tidak praktis.

Di sisi lain kebutuhan pupuk kimia (urea, sp36, KCL, dll) setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Data menunjukkan kebutuhan urea untuk lahan padi mengalami kenaikan 8,5% -10% per tahun. Sementara, kapasitas produksi pabrik pupuk nasional tidak memenuhi kebutuhan. Situasi ini diperparah dengan problematika sistem tata niaga dan distribusi pupuk, khususnya urea. Sehingga, setiap musim tanam selalu terjadi kelangkaan urea dan gejolak harga yang menyulitkan petani.

Perlu diketahui bahwa dalam komponen produksi padi, pupuk menjadi faktor penentu keberhasilan, yakni mencapai 55%. Dengan kendala sulitnya petani memperoleh suplai pupuk yang memadai, baik harga, jumlah, maupun ketepatan waktu, dibutuhkan suatu terobosan strategis di tingkat kebijakan pemerintah maupun inovasi teknologi.

Teknologi Pupuk Biologi Mikroba
Untuk menjamin kelangsungan produksi padi dan mengurangi ketergantungan impor, maka terobosan teknologi merupakan suatu keharusan. Golden Harvest, adalah produk teknologi pupuk biologi yang telah menjalani uji lapangan di berbagai sentra produksi padi sejak 1998.

Pupuk biologi yang diproduksi PT SMS Indoputra & dipasarkan melalui Tianshi ini memiliki kandungan Agricultural Growth Promoting Inoculant, suatu inokulan campuran yang berbentuk cair, mengandung hormon tumbuh dan berbahan aktif bakteri penambat N2 secara asosiatif, mikroba pelarut P dan penghasil selulase.

Beberapa jenis mikroba penting yang dibutuhkan dalam proses penyuburan tanah sawah secara biologi antara lain Azospirillum, Azotobacter, Mikroba Pelarut P, Lactobacillus, Mikroba Pendegradasi Selulasa, Hormon Tumbuh Indole Acetic Acid,dan Enzim Selulase.

“Jenis-jenis mikroba dan enzim tersebut dapat bekerja secara maksimal sehingga terjadi penghematan penggunaan pupuk kimia. Sedangkan hormon tumbuh, dengan dosis tinggi memacu pertumbuhan dan jumlah anakan padi. Peningkatan jumlah anakan padi, secara otomatis meningkatkan kapasitas produksi,” kata Amal Alghozali, Direktur PT SMS Indoputra pada acara panen raya padi dengan menggunakan pupuk organik di Subang.

Penerapan teknologi Golden Harvest
Penggunaan Pupuk Golden Harvest pada padi disawah anda akan menghemat penggunaan pupuk kimia sebesar 40-60%. Data juga menunjukan, pupuk biologi Golden Harvest mampu mengatrol kenaikan hasil panen antara 20 – 40 % dari cara konvensional. Jika penggunaan teknologi ini secara massal, maka cita-cita swasembada pangan akan mudah tercapai.

Dengan demikian Indonesia sebagai negara yang pernah terkenal dengan swa sembada beras tidak perlu lagi impor beras yang dapat mengurangi devisa negara.