Archive for the Category ◊ Pupuk Tianshi ◊

Author: maspoedjo
• Tuesday, May 18th, 2010

Pupuk adalah penentu keberhasilan panen. Tapi, celakanya, pupuk sering menghilang dari pasar, dan kalau toh ada hargnya mahal. Maka, muncul pupuk biologi Tiens Golden Harvest sebagai solusinya.

Salah satu kunci keberhasilan panen para petani itu adalah pemeliharaan dan pemupukan yang tepat, seperti KCL dan Sp36. Namun, menurut Nyoman Susila, Direktur PT. Nilam Alus Jaya, selama ini para petani terbantu oleh pupuk organik Agrobost Tiens Golden Harvest yang sekarang disebut Tiens Golden Harvest, sehingga pemakaian pupuk kimia tersebut bisa berkurang sampai setengahnya. “Kami menggunakannya untuk memelihara tanah dan tanaman,” kata Nyoman.

Pupuk organik Agrobost Tiens Golden Harvest adalah pupuk dengan bahan aktif mikroba asli Indonesia yang ramah lingkungan. Jadi, pupuk ini tidak mengandung logam berat atau bakteri salmonella. Perpaduan antara pupuk kimia dan Agrobost Tiens Golden Harvest ternyata memberikan hasil memuaskan, selain tak mengganggu lingkungan, produktivitasnya melimpah. Tapi, dalam pemakaian, Agrobost Tiens Golden Harvest tidak bisa dicampur dengan pupuk kimia, atau digunakan dalam waktu berbarengan. Butuh jeda waktu beberapa hari.

Lalu apa keistimewaan Tiens Golden Harvest sehingga bisa mengurangi pupuk sampai 50% sekaligus meningkatkan produktivitas petani? Menurut Direktur PT SMS Indoputra yang telah bekerjasama dengan Tiens Internasional, pabrikan Tiens Golden Harvest, dalam pupuk organik Tiens Golden Harvest terdapat beberapa mikroba penting yang dibutuhkan dalam proses penyuburan tanah seperti Azospirillum, Azotobacter, Mikroba Pelarut P, Lactobacillus, Mikroba Pendegradasi Selulasa,Hormon Tumbuh Indole Acetic Acid, dan Enzim Selulase (baca Komposisinya). “Jenis-jenis mikroba dan enzim tersebut dapat bekerja secara maksimal sehingga terjadi penghematan penggunaan pupuk kimia,” kata Amal.

Pemakaian Agrobost Tiens Golden Harvest juga tidak terbatas pada tanaman nilam saja. Semua jenis tanaman, mulai dari padi, sayuran, jagung, tembakau, kelapa sawit, semangka, pisang, sampai tanaman hias dan lain – lain. Memang, untuk masing-masing tanaman ada takaran tertentu. Bahkan, Agrobost Tiens Golden Harvest pun pernah dipakai untuk pakan ternak. Misalnya, untuk ternak babi, seperti pernah dipraktikan di Gianyar, Bali dan budidaya ikan bandeng di Serang, Banten.

Sedangkan hormon tumbuh, dengan dosis tinggi memacu pertumbuhan dan jumlah anakan padi. Jadi, secara otomatis meningkatkan kapasitas produksi. Untuk padi, bukan saja menghemat pupuk sampai 60%, tapi juga mampu mengontrol kenaikan hasil panen hingga 40%. Tidak heran bila Amal berani bilang bahwa kalau Agrobost Tiens Golden Harvest digunakan secara massal ke seluruh petani, maka cita-cita swasembada pangan bisa berhasil. “Dengang demikian tidak perlu lagi impor beras” katanya

Produknya mulai dikenal para petani. Tawaran kerjasama dalam pengadaan pupuk mulai berdatangan dari berbagai KUD (Koperasi Unit Desa), Dan, berkat usaha dan kesabaran, kini Amal sudah memiliki pabrik di Serpong, Tangerang, Banten. Dengan pabrik seluas 1, 8 hetar itu, Amal juga membuka lahan percobaan pada beberapa tanaman.

Sumber : MAJALAH TANI MERDEKA
Informasi lainnya baca diwebsite : Tiens Golden Harvest

Category: Pupuk Tianshi  | One Comment
Author: maspoedjo
• Thursday, February 12th, 2009

TIENS GOLDEN HARVEST berbahan aktif Mikroba Indegenous asli Indonesia ramah lingkungan (tidak mengandung logam berat As, Pb, Hg, Cd dan Mikroba Patogen, Salmonella SP) telah dipersiapkan serta dirancang untuk pembangunan dunia pertanian yang berkelanjutan.

Bahwa perpaduan TIENS GOLDEN HARVES dengan pupuk kimia akan selalu dicari dan dibutuhkan petani karena sudah terbukti dan teruji (menjadikan produktivitas tinggi dan ramah lingkungan).

Kandungan TIENS GOLDEN HARVEST :

Azatobacter sp 2,0 x 107 – 105 sel/ml
Mikroba pelarut fosfat 3,0 x 107 – 105 sel/ml
Azospirillum sp 2,3 x 108 – 105 sel/ml
Mikroba Pendegradasi Selulose 3,5 x 107 – 104 sel/ml
Lactobacillus sp 1,5 x 104 – 103 sel/ml
Pseudomonas sp 1,7 x 106 – 104 sel/ml
P=34,70 ppm; K=1700 ppm C Organik=0,92%; N=0,04% FE=44,3ppm; Mn=0,23 ppm Cu 0,85 ppm Zn=3,7 ppm

Keuntungan dengan menggunakan TIENS Golden Harvest
1. Hasil Panen akan meningkat 20% s/d 50% dari biasanya (menjadi optimal)
2. Penggunaan pupuk kimia lebih hemat 50% dari biasanya
3. Mampu menguraikan pestisida (residu s/d 50%) dan mengurangi tumbuhnya gulma

Untuk diperhatikan cara pemakaian
1. Penggunaan TIENS Golden Harvest jangan dicampur dengan pestisida / pupuk kimia
2. Pemakaian TIENS Golden Harvest tidak boleh bersamaan dengan pupuk kimia, beri tenggang waktu 2 s/d 5 hari.
3. TIENS Golden Harvest diberikan lebih dahulu 3 s/d 5 hari sebelum pupuk kimia ditaburkan.

Harga Distributor Rp. 90.000/liter (PV/BV 50%)
Harga Konsumen Rp. 103.500,-/liter
Kemasan : Plastik Warna Putih
Ukuran : 1 liter
Isi : Warna Coklat (Harum Anggur)

Related posts in here ———————————–

Author: mas-ione
• Thursday, February 12th, 2009

“Golden Harvest pupuk buatan Tianshi yang dibuat dengan menggunakan Teknologi Ramah Lingkungan perpaduan pupuk kimia dan Agricultural Growth Promoting Inoculant . Sebuah terobosan bagi peningkatan produksi padi dan menghemat pupuk Urea, SP36, KCL, dan NPK sebesar 50%.”

Tantangan Produksi Padi Nasional
Sistem produksi pertanian kita dalam 40 tahun terakhir hanya mengandalkan peningkatan kesuburan kimia saja, padahal kesuburan tanah merupakan keseimbangan antara kesuburan fisik, kimia dan biologi. Akibatnya sekarang kesuburan biologi tanah merosot drastis dicirikan dengan kandungan humus tanah yang rendah (sekitar 1%).

Pengembalian kesuburan biologi ini dapat dilakukan dengan penambahan kompos atau pupuk kandang. Namun demikian hal ini sulit dilakukan petani karena jumlah kompos atau pupuk kandang yang dibutuhkan jumlahnya besar (minimum 5 ton/ha/musim tanam). Tentu pengadaan kompos sebanyak itu sangat sulit bagi petani. Kalaupun ada, biayanya menjadi mahal, selain penggunaannya tidak praktis.

Di sisi lain kebutuhan pupuk kimia (urea, sp36, KCL, dll) setiap tahun mengalami peningkatan yang signifikan. Data menunjukkan kebutuhan urea untuk lahan padi mengalami kenaikan 8,5% -10% per tahun. Sementara, kapasitas produksi pabrik pupuk nasional tidak memenuhi kebutuhan. Situasi ini diperparah dengan problematika sistem tata niaga dan distribusi pupuk, khususnya urea. Sehingga, setiap musim tanam selalu terjadi kelangkaan urea dan gejolak harga yang menyulitkan petani.

Perlu diketahui bahwa dalam komponen produksi padi, pupuk menjadi faktor penentu keberhasilan, yakni mencapai 55%. Dengan kendala sulitnya petani memperoleh suplai pupuk yang memadai, baik harga, jumlah, maupun ketepatan waktu, dibutuhkan suatu terobosan strategis di tingkat kebijakan pemerintah maupun inovasi teknologi.

Teknologi Pupuk Biologi Mikroba
Untuk menjamin kelangsungan produksi padi dan mengurangi ketergantungan impor, maka terobosan teknologi merupakan suatu keharusan. Golden Harvest, adalah produk teknologi pupuk biologi yang telah menjalani uji lapangan di berbagai sentra produksi padi sejak 1998.

Pupuk biologi yang diproduksi PT SMS Indoputra & dipasarkan melalui Tianshi ini memiliki kandungan Agricultural Growth Promoting Inoculant, suatu inokulan campuran yang berbentuk cair, mengandung hormon tumbuh dan berbahan aktif bakteri penambat N2 secara asosiatif, mikroba pelarut P dan penghasil selulase.

Beberapa jenis mikroba penting yang dibutuhkan dalam proses penyuburan tanah sawah secara biologi antara lain Azospirillum, Azotobacter, Mikroba Pelarut P, Lactobacillus, Mikroba Pendegradasi Selulasa, Hormon Tumbuh Indole Acetic Acid,dan Enzim Selulase.

“Jenis-jenis mikroba dan enzim tersebut dapat bekerja secara maksimal sehingga terjadi penghematan penggunaan pupuk kimia. Sedangkan hormon tumbuh, dengan dosis tinggi memacu pertumbuhan dan jumlah anakan padi. Peningkatan jumlah anakan padi, secara otomatis meningkatkan kapasitas produksi,” kata Amal Alghozali, Direktur PT SMS Indoputra pada acara panen raya padi dengan menggunakan pupuk organik di Subang.

Penerapan teknologi Golden Harvest
Penggunaan Pupuk Golden Harvest pada padi disawah anda akan menghemat penggunaan pupuk kimia sebesar 40-60%. Data juga menunjukan, pupuk biologi Golden Harvest mampu mengatrol kenaikan hasil panen antara 20 – 40 % dari cara konvensional. Jika penggunaan teknologi ini secara massal, maka cita-cita swasembada pangan akan mudah tercapai.

Dengan demikian Indonesia sebagai negara yang pernah terkenal dengan swa sembada beras tidak perlu lagi impor beras yang dapat mengurangi devisa negara.