Author: maspoedjo
• Tuesday, March 17th, 2009

Gagal itu merupakan hal yang biasa, karena satu kesuksesan akan menutup atau menghapus semua kegagalan atau penolakan yang anda terima dan anda benar benar merasa bangga dapat berdiri dipanggung kehormatan untuk menerima penghargaan atau reward. Seperti pepatah: “Hujan sehari menghapus kemarau setahun”.

Ide para VC’s (kepanjangan dari Venture Capital) tentang kesuksesan ini tentu bukan sesuatu yang baru. Sudah sering kita baca bahwa salah satu kunci kesuksesan adalah seringnya kita mencoba. Makin sering kita mencoba makin besar peluang kita untuk sukses.

Para penemu besar tidak menemukan temuan mereka dalam satu kali percobaan, tapi hanya satu percobaan yang dibutuhkan untuk sukses.

Kalau kita buka lembaran tirai dibelakang mereka, maka untuk setiap kali temuan saintifik, ada ratusan percobaan yang gagal (contoh, Thomas Alfa Edison) .

Tapi siapa yang ingat akan percobaan yang gagal? Yang penting dan diingat orang adalah percobaan yang berhasil.

Begitu juga rahasia kesuksesan dalam hidup yang pernah saya baca dan saya rasakan didalam menjalani titian kehidupan. Jangan lelah mencoba kalo belum berhasil, jangan lelah berlatih hingga sukses.

Kegagalan itu tidak penting, gagal sekali move on coba lagi, gagal lagi, move on, coba lagi terus dan jangan pernah berhenti. Dari situ kayaknya kita mendapat peribahasa: kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. (ini perlu diingat oleh kamu para pengantin baru waktu di malam pertama hihihi, atau waktu kita kecil belajar naik sepeda terus jatuh, jatuh lagi, dan jatuh lagi sampai nggak jatuh lagi ya nggak…..)

Sayangnya, sebagai nasihat optimis yang membangkitkan semangat, pelajaran diatas, kadang melupakan beberapa hal yang tidak dijelaskan dan beberapa asumsi yang belum tentu benar di setiap kondisi.

Misalnya, gagal itu tidak apa coba terus hingga sukses, mengasumsikan resources (uang, modal, sumber daya alam) dan WAKTU yang tidak terbatas.

Kadang (sebenarnya sih sering), kita hanya tidak punya aja resources dan/atau waktu yang dibutuhkan untuk mencoba dan mencoba dan mencoba tanpa kesuksesan yang dijanjikan.

Yang kedua adalah, kegagalan berulang kali diasumsikan tidak memberikan efek apa-apa pada kita. Padahal seperti yang diketahui oleh setiap cowok yang pernah nyatain dan ditolak, kegagalan itu bukan hanyak berefek besar tapi juga rasanya sakiitttt banget deh.

Gagal sekali okelah, mungkin lagi sial. Gagal dua kali? Gagal lagi, lagi, lagi dan lagi? Tidakkah sebagian kepercayaan diri itu bakal hilang dari dalam kepala? Dan membuat kita bertanya-tanya tentang dunia?

Karena sebab-sebab diatas, walapun gue menghormati mereka yang sukses dalam dalam percobaan pertama, gue lebih menghormati mereka yang sukses dengan jejak kegagalan di belakang mereka. Karena bukan saja mereka sukses! Tapi juga mereka berhasil mengatasi kegagalan yang mereka alami.

Selain itu, nasihat diatas juga tidak selalu dapat diaplikasikan untuk semua kondisi. Karena tergantung situasi dan kondisi didalam diri, karena saya sudah merasakan sendiri dan perlu orang lain untuk membantu memberikan semangat or support

Ada banyak hal yang memang kita bisa mencobanya berkali-kali dan gagal sebelum sukses. Dan jangan lupa orang yang sukses adalah orang yang cerdas secara emosional dan spiritual atau EQ dan SQ nya.

Sekali lagi jangan pernah trauma dengan kegagalan. Kalau anda ingin sukses…

Tetap semangat and Go Freedom

Category: Jejak Sufi
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply